Monday, September 27, 2004

INILAH MANUSIA YANG TIDAK PUNYA RASA SYUKUR

Hari ini Senin 27 September 2004, di Jakarta Timur, tepatnya di Rawamangun turun hujan yang deras. Kalau mau dihitung ini merupakan suatu anugerah yang sangat besar, karena setelah berbulan-bulan di musim kemarau tidak ada hujan, inilah hari pertama turun hujan.

Saya yakin banyak orang yang berbahagia dengan turunnya hujan hari ini. Tanaman yang mulai mengering, mendapatkan kembali guyuran air, gratis! Yang sumurnya telah kering, bisa berharap kembali ada airnya. Tanah yang telah mengering dan berdebu, menjadi basah kembali. Rumput yang tinggal akarnya, bisa muncul lagi daun-daunya yang menghijau.

Itulah sebagian kecil yang harus disyukuri dari turunnya hujan. Akan tetapi baru berapa menit turun hujan, telah terdengar keluhan-keluhan.

“Waduh hujan deras banget!!” seolah-olah tidak menginginkan turunya hujan.

“Yach, mulai hujan lagi. Mesti nyuci kendaraan terus, nih!!”

Itu sebagian umpatan yang terdengar. Kalau mengingat kembali ke tahun- tahun yang lalu, banyak orang yang selalu mengeluh ketika hujan:

“Jemuran nggak kering-kering!” “Banjir lagi, banjir lagi!” “Jalanan jadi becek, macet lagi!” dst

Bagaimana bisa, hujan yang merupakan Rahmat dari Alloh SWT, harus diumpat dan disalahkan. Tidak pernahkah merasakan derita orang-orang yang terkena musibah kekeringan?. Setetes air menjadi sangat berharga baginya.

Begitu egoiskah manusia, sehingga cuacapun harus mengikuti kemauannya. Padahal hewan-hewan dan tumbuh-tumbuhan setiap saat berdzikir dan berdoa agar segera turun rahmat-Nya dalam hujan. Bahkan mungkin Alloh tidak akan menurunkan hujan kepada ummatnya yang mendurhakainya kalau bukan karena doa para hewan dan tumbuhan.

Benar, mungkin rahmat dari hujan ini diturunkan bukan untuk manusia, tapi untuk hewan dan tumbuhan serta mahluk lainnya. Dan hujan ini akan menjadi bencana bagi manusia!. Waspadalah …. Waspadalah …..

0 Comments: