Friday, February 16, 2007

Money Is Just An Illusion, You Need To Become A Magician

Money Is Just An Illusion,
You Need To Become A Magician

By Hermann Bock

As we grow up in this modern world, we create mental associations that shape our thinking and which prompt us to consider money a 'thing', something tangible that we can accumulate, treasure, spend and save. We never actually think of it as something we can create, unless we are thinking to embark on illegal actions. But actually when we look at money from the right perspective, we can discover that money is not a thing, it is just an illusion that each one of us can create.

You're probably dismissing me right now, because you've certainly had in your hands all those dollar bank notes and checks during the years. This has created an association in your mind, linking the bank notes and checks, which are things, with money. But actually money goes way beyond bank notes and checks. Money is just an illusion, a concept, created to allow us to exchange goods in a practical way. Give me a chance to explain.

Originally, many, many moons ago, it all started with precious metals, like gold and silver used as currency in order to save the value of things, like potatoes for example. People discovered that it was easier and more practical to save pieces of gold or silver for months, if not years; than to find a way of preserving their potatoes through the winter in order to be able to exchange them for something else only available in spring. They discovered they could convert the value of the potatoes into gold or silver and then use this stored value when necessary by exchanging the gold for something they needed later on. This system evolved with the times from weighted gold to bank notes backed by gold. In other words, it was an illusion backed by reality. However, by 1971, the last of the world governments had switched from using those 'real things with real value' as money, to using the illusion of money.

For the governments this is the perfect solution. First of all, they are now not limited in the amount of money they have at their disposal. They don't depend on the capacity of a mining company to extract gold or silver from the earth. They now can create (understand: PRINT or COIN) as much money as they want or need. As a direct result of this, there is no limit in the amount of money that can actually exist in the world as long as the illusion works and people believe it.

Just to give you a glimpse of the unbelievable amount of money that exist in the world. Take a look at the size of the FOREX market transactions that take place everyday, not every week or month, but everyday: A staggering 1.5 trillion USD! And what about the debt of most of the developed countries? Well, it runs in the hundreds of billions of dollars!

I hope these examples help you understand that money can actually be created out of nothing because it's just an illusion. Governments do it everyday, and so can you.

The key is to become your own creator of money. In other words, to become a Money Magician. How can you achieve this? There are many ways of getting to this point. But there are two very important tools one has to consider if the goal is to create your own money.

Number one is KNOWLEDGE. Knowledge has to do with the mind. The more you understand money, the better you will be at creating money. That is, you will be able to recognize opportunities that will bring you more money. Also, you will be aware of the importance of taking action when those opportunities knock on your door. Even better, when your knowledge of how the money system works improves, you'll be able to, not only, recognize golden opportunities, but to 'create' those opportunities. At this level is where the BIG money is.

Another very important tool to be a Money Magician or, in different terms, to be able to create money, is TECHNOLOGY. Think about it, because of technology, totally new economic fields have been created throughout history and it keeps happening until today. Enter the internet, one of the greatest technological achievements ever. Because of it, there is people making millions just with ideas. For example, if you register a domain name that ends up being very popular, like sex.com did, you can sell it; not for pennies, but for millions. If this would happen to you, hadn't you actually created money out of nothing? Yes, and that is precisely what I'm talking about.

You can use technology and knowledge in ways never before thought of. Take also a look at that kid that turned his website into a “buy a pixel billboard”. He had an idea, in other words, he used his knowledge and technology to become millionaire. What did he sell? Actually, an illusion. He turned himself into a Money Magician and created money out of nothing.

In this world, because of knowledge and technology we have unlimited wealth. It's just a matter of baking our own moneymaking pie. Do you have what it takes? We all do, but first we have to change our attitudes and mental associations toward money. When that happens, and I hope this article helps, you are on your way to becoming a 'Money Magician'.


Hermann Bock is a internet marketer who considers KNOWLEDGE and ACTION paramount to be successful online. Visit his site at http://www.knowledge4cash.com in order to obtain FREE more than 110 hours of audio marketing knowledge in MP3 format.

Article Source: http://www.articlealley.com

Monday, November 27, 2006

Pindah Blog

Setelah tersendat-sendat mengelola Blog di sini. Saya menemukan tempat berekspresi yang baru di http://fuadmuftie.wordpress.com.
Di blog yang baru ini saya lebih banyak menuangkan ide-ide tentang langkah awal membuka usaha. Khususnya pengalaman membuka kios addina dan seluk beluk pengelolaannya.
Harapan saya agar bisa memotivasi pembaca untuk membuka usaha (khususnya buat yang masih takut buka usaha sendiri). Temanya adalah Jadi Pengusaha Yuk!

Silahkan klik di http://fuadmuftie.wordpress.com

Salam
Fuad Muftie

Wednesday, October 04, 2006

Strategi Pembukaan Kios Addina

Kios Addina yang kami rintis sejak 14 September 2006 semula hanya menyediakan jilbab, kerudung, dan aksesoris saja, tetapi kini telah melebar dengan menyediakan mukena, dan busana muslim anak. Bahkan ada permintaan baju muslimah, namun belum bisa kami penuhi.

Salah satu faktor yang menguntungkan bagi kami adalah momen pembukaan Kios Addina yang tepat menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1427H. Waktu dimana orang-orang sedang getol-getolnya mencari pakaian buat dirinya, anak, keponakan, dan keluarganya untuk persiapan lebaran.

Disamping faktor momen waktu tersebut ada beberapa faktor yang menjadi pendukung dalam menjalankan kios Addina antara lain :

# Lokasi yang Lumayan Strategis

Lokasi kios Addina ada di Jalan Bunga Rampai X (Depan RSJ Islam Klender) Perumnas Klender, Jakarta Timur. Lokasi kios dekat dengan pasar Perumnas Klender, dekat rumah sakit, dekat sekolahan. Jalan di depan kios bukan jalan raya yang dilalui mobil umum, tapi cukup ramai dilalui orang baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor.

Sehingga banyak warga pejalan kaki yang semula tidak ada tujuan mencari jilbab, karena tertarik dengan kios kami jadi mampir dan banyak yang jadi beli dan jadi pelanggan.

# Promosi dari mulut ke mulut

Kami belum melakukan upaya-upaya pemasaran secara menyeluruh. Praktis kami hanya menjalankan promosi dari mulut ke mulut. Hal ini didukung sifat penghuni Perumnas Klender yang hubungan antar tetangganya masih akrab.

Ini didukung pula oleh pengalaman istri saya yang sudah tinggal di perumnas sejak tahun 80-an, dimana isue kecil di Perumnas bisa jadi pembicaraan hangat. Kamipun ingin kios kami jadi bahan pembicaraan di kalangan perempuan sebagai target market kami.

# Diskon dan Harga Murah

Kami paham bahwa sebagian warga Perumnas Klender sangat sensitif dengan harga. Untuk itu atas produk-produk yang paten / bermerk dan harga sudah dibandrol dari agennya, kami potong harganya dalam bentuk diskon, dan Alhamdulillah responnya bagus.

Disamping itu atas produk-produk yang banyak dipasaran kami hanya mengambil sedikit keuntungan. Tujuannya untuk menarik masyarakat dan memperkenalkan kios kami sebagai kios yang murah. Banyak pelanggan yang datang membanding-bandingkan harga kami dengan harga di supermarket atau dipasar. Dan banyak yang balik lagi ke kios kami dan memutuskan membeli barang kami.

Ini juga sejalan dengan slogan kami "Berkualitas, Murah lagi. . ." Itulah image yang pingin kami bangun. Masalah keuntungan yang kecil, kami lakukan subsidi silang dengan barang-barang yang harganya "gelap" atau barang-barang yang tidak ada bandingannya (aksesoris, busana muslim anak, dll) yang bisa kami ambil keuntungannya sedikit lebih tinggi.

# Pemilihan Barang Bagangan

Dalam memilih barang yang kami tawarkan, awalnya kami hanya mengikuti kata hati kami. Terkesan asal-asalan memang. Tapi sejalan dibukanya kios, pelangganlah yang menanyakan barang-barang yang mereka butuhkan. Informasi inilah yang kami gunakan untuk menyediakan barang-barang berikutnya.

Dalam memilih barang, banyak saya serahkan kepada istri. Karena barang yang kami jual kebanyakan adalah kebutuhan wanita, jadi saya agak canggung dan belum benar-benar memahami barang sepertia apa yang bisa cepat laku. Istri saya cukup baik dalam memilih barang, sehingga banyak yang cepat laku, tapi tetap ada juga sih yang belum laku juga.

Selain dari Produk kerudung rabbani dan Jilbab PerMata's, kami juga mengambil dari Swarna Collection, Benayu Al Islmai dan banyak dari Tanah Abang. Setiap belanja kami coba berpikir jernih dan memilih barang dengan bijaksana.

# Kios yang Terbuka Lebar

Umumnya kios-kios atau outlet garment yang berada di pinggir jalan, bagian depannya menggunakan kaca dengan pintu kaca yang selalu tertutup, serta ber-AC.

Hal ini untuk menjaga ruangan tetap bersih dan barang dagangan (garment) tidak berdebu. Tapi karena keterbatasan modal, Kios Addina belum menggunakan AC dan bagian depannya kami biarkan terbuka lebar sama seperti kios-kios di dalam pasar.

Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Kios Addina, karena orang-orang yang lewat menjadi tidak suegan untuk masuk ke Kios dan melihat-lihat barang, tentunya banyak diantaranya yang menjadi pelanggan. Kalau bagian depan kios kami tutup kaca, ada kekhawatiran orang-orang menjadi sungkan untuk masuk.

Untuk menghindari barang-barang berdebu, sebagian kami bungkus dengan plastik dan sebagian kami biarkan terbuka. Secara rutin kami putar posisi barangnya sehingga tidak sampai berdebu.

# Upaya Spiritual

Ini juga penting, kami niatkan pembukaan kios sebagai ibadah, sebagai upaya kami menjemput rejeki yang lebih barokah (bukan mencari dan mengejar-ngejar rejeki lho). Sadar bahwa manusia adalah mahluk spiritual, kamipun senantiasa memanjatkan doa agar kios kami barokah, memberi manfaat bagi banyak orang, dan bisa melayani masyarakat luas.

Upaya spiritual yang juga kami yakini sangat penting dalam menjemput rejeki adalah shodaqoh, infaq, dan zakat. Ini hukum yang universal dan sama seperti hukum alam lainnya. Siapa yang melakukan pasti mendapat akibat yang sama. Rasanya tidak hanya agama islam yang menganjurkan, tapi juga agama lainnya.

Dengan keyakinan ini, menjadikan kami lebih tenang dan tetap memiliki optimisme dalam menjalani usaha.

# Pemilihan Karyawan

Ini strategi yang kami lalaikan!!. Kami akui telah memilih karyawati yang "keliru". Awalnya kami berpiki positif ingin mengentaskan pengangguran dari tetangga sendiri.

Kebetulan ada tetangga yang masih menganggur dan pernah bekerja cukup lama di ITC sebagai penjaga toko, sehingga kami beranggapan dia mampu dan mumpuni. Kami benar-benar mempercayakan dan menyerahkan operasional penjualan di kios kepadanya.

Ternyata kami keliru, karyawan kami tampak tidak bisa menikmati kerja di kios kami. Banyak keluhan dan kurang ramah. Kios sepi mengeluh, Kios ramaipun mengeluh.

Omset kios kamipun sering tidak mencapai target. Dan anehnya lagi sales di kios dikalahkan oleh sales dari adik kami yang membantu memasarkan di sekolahan (adik kami guru) yang dilakukan sebagai sampingan. Dan yang menjengkelkan, karyawan kami sering menyalahkan kami!! nah lho???

Dan puncaknya pada Minggu tgl 01 Oktober 2006 kemarin, saat karyawan minta libur dan kami menjaganya sendiri. Omset langsung melejit dan pelanggan berdatangan. Kami jadi berpikir "ngapain saja karyawan kami selama ini??"

Strategi langsung kami ubah, mulai Senin 02 Oktober, mertua kami merelakan waktunya untuk mendampingi karyawan. Dan hasilnya omset kembali membaik. Kami tetap memberi kesempatan sampai lebaran, dan kalau kinerja karyawan tidak juga membaik, kamipun siap memberhentikan kontraknya.

# Kesalahan Strategi Lainnya

Selain kesalahan dalam pemilihan karyawan, kami juga menemukan beberapa kekeliruan seperti dalam pemesanan barang, posisi / penempatan barang, pencahayaan ruangan, pembukuan, pemberian komisi, dll. Tentu secara perlahan-lahan akan kami perbaiki dan sempurnakan.

Demikian sebagian dari strategi yang kami alami, sebagian memang merupakan strategi yang terencana dan sebagian lainnya jalan begitu saja tanpa kami rencanakan. Kalau saja semua strategi diatas dipikirkan dan dibuat rencana yang matang sebelum buka usaha, kemungkinannya kios nggak jadi jalan karena akan terus takut.

Saya jadi teringat salah satu tulisan Bp. Zainal Abidin dalam konsultasi bisnisnya di eramuslim.com bahwa untuk membuka bisnis harus efektif dan efisien. Yang didahulukan adalah Efektifitas, baru disusul Efisiensi.

Dengan membuka Kios Addina dan berhasil melakukan penjualan berarti kami telah Efektif melakukan bisnis meskipun belum 100% efisien. Tinggal kami sempurnakan efisiensinya dan terus kami kembangkan.

Semoga Kios Addina bertambah maju dan besar sehingga bisa ikut mengatasi masalah pengangguran di Indonesia. Dan semoga tulisan ini bisa menginspirasi, khususnya bagi yang baru mau buka usaha atau bagi yang belum berani buka usaha.

Amin.

Salam

Fuad Muftie
muftie @ gmail . com
Kios Addina
"Berkualitas, Murah Lagi ..."